Kegiatan Kapribaden
INTERN :
- Sarasehan rutin yang dihadiri oleh warga Kapribaden pada hari dan tanggal penting, yang sekaligus dipergunakan sebagai sarana pembinaan bagi warga :
- Hari Minggu Legi malam Senin Pahing dan Hari Kamis Legi malam Jumat Pahing, di semua tingkatan Paguyuban diadakan sarasehan anggota Paguyuban.
- Tanggal 03 Maret, diperingati sebagai hari wafatnya Romo Semono Sastrohadidjojo adalah sesepuh Paguyuban Penghayat Kapribaden.
- Tanggal 29 April, diperingati sebagai hari turunnya Sabdho Honocoroko yang merupakan dasar terbentuknya Paguyuban Penghayat Kapribaden.
- Tanggal 30 Juli, diperingati sebagai hari Ulang Tahun / berdirinya Paguyuban Penghayat Kapribaden.
- Tanggal 13 November, diperingati sebagai hari turunnya Wahyu Panca Gaib.
- Tanggal 25 Desember, diperingati sebagai hari turunnya Sabdho Guyub Rukun, bagi semua anggota Paguyuban Penghayat Kapribaden.
Sarasehan tersebut sekaligus sebagai sarana pembinaan agar warga Kapribaden menyadari perlunya :
- Keseimbangan atas hak dan kewajiban sebagai putro ROMO.
- Meningkatkan hubungan kekadhangan diantara anggota Paguyuban.
- Menjadi warga negara yang baik didalam masyarakat yang berdasarkan Pancasila, sadar dan patuh hukum.
- Rapat Pengurus pada setiap jenjang kepengurusan (Pengurus Pusat, Pengurus Provinsi, Pengurus Kodia/Kabupaten dan Kecamatan).
- Rapat rutin 1 kali dalam 1 minggu (Pusat).
- Muswil/Musda 1 kali dalam 1 tahun.
- Munas 1 kali dalam 5 tahun.
EKSTERN :
- Mendukung kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka sosialisasi atas keberadaan Penghayat Kepercayaan di Indonesia. Kegiatan kegiatan tersebut antara lain :
- Sarasehan malam anggoro kasih, setiap bulan di Sasono Adiroso TMII.
- Sosialisasi tentang Nilai-nilai luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di beberapa daerah.
- Sosialisasi tentang UU Adminduk dan Tata Cara Perkawinan penghayat kepercayaan di beberapa daerah.
- Turut mendukung rencana secara aktif rencana sosialisasi di media elektronik / televisi.
- Berperan aktif di Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) pada setiap jenjang kepengurusan (MLKI Pusat dan Daerah), dalam rangka :
- Membangun kerjasama antar organisasi Kepercayaan agar terjalin silaturahmi yang baik sehingga dapat meningkatkan eksistensi keberadaannya di lingkungan masyarakat dan pemerintah.
- Untuk memfasilitasi aspirasi para penghayat kepercayaan ke pemerintahan dalam memperjuangkan hak-hak sipilnya sebagai warga negara agar tidak terdiskriminasi.
- Turut berpartisipasi dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama di bidang mental spiritual dan budi pekerti luhur.
- Menjalin silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli akan kebebasan beragama dan berkepercayaan.
